Diduga Ada Indikasi Korupsi Anggaran Refocusing Dispora Malut, Kejati Diminta Selidiki

343 views

Ketua GPM Kota Ternate, Juslan J Latif

Ternate, medianasional.id – Berdasarkan data yang di kantongi oleh Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kota Ternate saat ini, diduga adanya indikasi korupsi pada penggunaan anggaran refocusing yang berada di tubuh di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku Utara (Dispora Malut). Oleh karena itu, organisasi dengan nama pemuda marhaenis 7ini meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Maluku Utara agar segera mungkin menyelidiki penggunaan anggaran tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua GPM Kota Ternate, Juslan Hi. Latif kepada media ini, Jumat (11/9/2020).

Ia menyampaikan, dalan penggunaan anggaran refocusing ini diduga kuat tidak sesuai dengan realisasi dilapangan. Pasalnya, hal tersebut terdapat pada item anggaran rapid test yang senilai Rp 126.000.000 lebih untuk seratus Atlet di Maluku Utara.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa anggaran refocusing untuk 60 Atlet PON XX 2020 di Papua dan 40 Atlet PPLP. Dimana pada item anggaran ini terdiri dari uang konsumsi saat rapid, 4 unit mobil, suplemen makan senilai Rp 75 juta, dan honor dokter yang diduga juga tidak sesuai.

Untuk itu, juslan mengungkapkan bahwa  ada tiga item anggaran yang diduga kuat telah terjadi tindak pidana korupsi di tubuh Dispora Malut. Yakni, anggaran konsumsi yang ditiadakan saat rapid test, anggaran 4 unit mobil dialihkan ke uang transport senilai 100 ribu per Atlet, dan ketiga anggaran pengadaan suplemen makanan senilai 75 juta yang telah dikomplain para atlit.

“Apa bisa, suplemen untuk atlet diberikan susu beruang 1 kaleng, hemafiton 1 dus, milo 1 botol, dan vitamin c. Oleh karena itu, Kami menduga anggaran suplemen itu tidak digunakan, karena bantuan suplemen ini mirip dengan bantuan dari Kemenpora untuk Atlet,” tegasnya.

“Dimasa adaptasi kehidupan baru, tentu para patriot dalam hal ini atlet olahraga di Maluku Utara perlu diperhatikan. Sebab mereka adalah investasi prestasi, dan salah satunya untuk kemajuan daerah,” Ungkapnya.

Oleh sebab itu, GPM Kota Ternate mendesak kepada Kejati Malut agar segera memanggil dan memeriksa Kepala Bidang terkait dan Kadispora Malut atas penggunaan anggaran refokusing rapid test. Yang diduga ada indikasi Korupsi.

“Kami berharap segera ditelusuri hak para Atlet kita, sementara dalam waktu dekat GPM akan melaporkan secara resmi ke Kejati Malut. Karena dipa refocusing rapid ada semacam uang saku senilai 150 ribu per Atlet yang tidak diterima,” pungkasnya.

Sementara Kadispora Malut, Drs. Ansar Daaly, media ini masih kesulitan menghubungi yang bersangkutan hingga berita di publikasi.

DomaiNesia

Diduga Ada Indikasi Korupsi Anggaran Refocusing Dispora Malut Kejati Diminta Selidiki Maluku utara Ternate

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.