Cagub Khofifah Jaring Aspirasi Masyarakat di Pasar Tradisional Kabupaten Malang

68 views

Malang, redaksimedinas.com –
Calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa, terus melanjutkan navigasi program untuk menjaring aspirasi dan menyapa masyarakat di pasar tradisional di Kabupaten Malang, Kamis (22/2/2018).

Setelah Pasar Kebalen, pasar tradisional yang dituju adalah Pasar Singosari di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Di sini, Khofifah menjaring keluhan para pedagang yang ternyata sedang sepi dan mengalami penurunan omset.

“Mereka bilang ke saya, pasar bagian dalam hampir semua pedagang mengalami penurunan omset sampai 50 persen. Kalau pasar yang luar, pasar basah masih ramai,” kata Khofifah.

Penurunan omset pedagang di Pasar Singosari ini terjadi selama enam bulan terakhir. Mereka menganalisa bahwa sepinya pasar bagian dalam yang berjualan komoditas non pasar sayur itu, dikarenakan pengunjung yang lebih suka untuk belanja di ritel modern.

Di luar pasar tradisional banyak yang membuka toko serupa. Dan tidak sehat persaingannya lantaran harga barang di ritel modern lebih murah. Sehingga pasar tradisional mengalami penurunan drastis omset.

“Pada posisi gini, memang pemerintah harus punya opsi sentra pusat perekonomian bagi ritel tradisional. Nah menurut saya dalam format pergudangan atau warehouse di titik pasar tradisional bisa diterapkan,” kata Khofifah.

Menurut mantan Menteri Sosial itu, pergudangan ini bisa disediakan pemerintah. Semacam pasar induk sehingga bisa lebih murah barangnya.

“Selama ini kita tidak nggak ada warehouse di pasar tradisional. Kecuali pasar induk, tapi itupun tidak menyatu. Padahal barang yang bisa disimpan di warehouse ini bisa bahan yang tahan lama. Seperti minyak goreng, beras, dan beberapa bahan yang lain,” kata Khofifah.

Menurutnya, dengan adanya pergudangan, maka penjual pasar tidak akan terkurangi labanya, tapi pembeli juga bisa nyaman lantaran harganya barang juga lebih murah.

Format ini diyakini Khofifah bisa diterapkan di Pasar Singosari. Sehingga pasar tradisional itu bisa tetap hidup dan pedagang maupun pembeli bisa tetap tidak dirugikan. (nrt)

Malang

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.