Alumni SMA Muhammadiyah Ternate, Abujan Abd Latif Persoalkan Kode Ijazah di Tahun 1992

1349 views

Abujan Abdul Latif yang juga selaku mantan sekertaris organisasi intra sekolah (Osis) SMA Muhammadiyah Kota Ternate

Ternate, medianasional.id – Salah satu alumni (SMA) Muhammadiyah angkatan 1992, Abujan Abd Latif mempersoalkan kode ijazah di tahun yang sama dengan Versi kode yang berbeda pada angkatan 1992 yaitu OB dan OC.

Hal tersebut dikatakan Abujan Abd Latif melalui rilisi yang terima redaksi medianasional.id, Jumat (18/9/2020).

Ia menyampaikan bahwa apabila Ijazah yang dimiliki oleh Usman Sidik itu benar-benar tidak ada masalah. Maka, Ijazah yang dimilikinya dan teman lainya pada angkatan 1992 adalah bermasalah. Pasalnya, Ijazah yang dimiliki Usman adalah Kode OC sedangkan miliknya berkode OB.

Lanjut dia, sangat tidak rasional apabila kepala sekolah SMA Muhammadiyah membenarkan ijasah berbeda Versi dengan kode ob dan oc pada angkatan 1992 yang dipakai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Selatan dengan ijasah berkode OC milik Usman Sidik itu benar-benar dianggap tidak ada masalah.

Dikatakan lanjut, Lembaga KPU adalah lembaga negara yang dilindungi undang undang, dan saat ini sudah menentukan ijasah versi berbeda milik usman sidik sebagai ijasah yang benar benar tidak bermasalah, berarti ijazah-ijazah yang di miliki oleh alumni angkatan 1992 versi OB adalah bermasalah, karena dokumen tersebut berbeda dan keduanya dianggap benar.

Menurutnya, seharusnya KPU memakai ijazah lain sebagai bukti sandingan untuk membandingkan ijazah Usman Sidik sebagai Kandidat Bakal Calon Bupati Halsel dengan satu atau dua orang yang memiliki ijazah pada angkatan 1992.

Dengan adanya penetapan ini, pihak yang paling bertanggung jawab adalah pihak SMA Muhammadiyah yaitu Kepala Sekolah, dan para tim yang melakukan konfrensi pers. Oleh sebab itu, sebagai alumni Angkatan 1992. Ia merasa sangat dirugikan karena ijazah yang dimilikinya versi kode ob og dipakai sebagai pembanding oleh publik yang saat ini tersebar dimedia sosial. Sehingga secara tidak langsung publik akan menilai bahwa ijazah miliknya yang bermasalah “tidak mungkin dua dokumen/ijazah yang berbeda, semuanya benar”. Hal ini karena ijazah Usman Sidik yang sudah di akui oleh KPU dengan dasar referensi dari pihak SMA Muhammadiyah.

Sementara Dikatakan Abujan Abdul Latif, sedangkan Ijasah yang sudah dia pakai dalam meniti karir di ASN selama 18 tahun dengan pangkat terakhir golongan IV/b sampai berhenti sebagai ASN, hingga melanjutkan studi S2 di ITB sampai tamat dengan gelar magister Teknik pertambangan, Pendidikan keinspektur Tambang, dan sementara melanjutkan Pendidikan S3 di UNPAD di bidang Teknik Geologi, sehingga sekarang meniti karir sebagai salah satu General Manager di Perusahan tambang Kontrak Karya.

Untuk itu, dengan beredarnya ijazah Abujan Abdul Latif yang juga selaku mantan sekertaris organisasi intra sekolah (Osis) SMA Muhammadiyah Kota Ternate di publik, termasuk media sosial. Ia merasa sangat terganggu sehingga dalam waktu dekat, dirinya akan bersurat ke pihak SMA Muhammadiayah (mengedarkan). Dan pihak yang melakukan konfrensi pers membenarkan ijazah dengan berbeda kode tersebut, serta Pihak PERURI sebagai penerbit/pencetak dokumen ijasah untuk mengklarifikasi dan mempertanyakan, apakah dalam tahun yang bersamaan dan Angkatan yang sama (1992) menerbitkan dan mengedarkan ijazah yang berbeda kode antara OB dan OC.

Atas perihal ini, menurut sepengetahuannya, semua ijazah yang dipakai oleh seluruh SMA di Indonesia tamatan tahun 1992 termasuk SMA yang ada di Maluku Utara khususnya SMA yang ada di kota Ternate di zaman tersebut berkode OB dan bukan OC.

Selain itu, ia juga sangat menyayangkan pernyataan saudara syukur Mandar yang beredar di youtube, sehingga menurutnya harus dapat di pertanggungjawabkan, pertanyaan yang menyebutkan di tahun 1992 itu ada dua balangko dengan kode berbeda yang di terbitkan. “Apakah iya satu tahun dua blangko ijazah di terbitkan dengan kode yang berbeda. Untuk itu, atas pernyataan sukur mandar akan dikroscek langsung ke PERURI yang tentunya merupakan tempat percetakan ijazah di indonesia. Karena Ijazah merupakan dokumen negara yang diperuntukan kepada perorangan/siswa setelah mengikuti ujian, karena sungguh aneh apabila PERURI menerbitkan blanko ijazah di tahun yang sama dengan dua versi,” Pungkasnya.

DomaiNesia

Abujan Abd Latif Persoalkan Kode Ijazah di Tahun 1992 Alumni SMA Muhammadiyah Ternate Ijazah Kota Ternate Maluku utara

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.